Jreng...
Aku menjajal gitar akustikku yang penuh dengan debu. Sudah lama aku tak menyentuh gitar sejak aku berniat lepas dari dunia musik. Kini setelah lima tahun aku menyentuhnya lagi. Semula jemariku kaku duduk di atas fred. Lalu aku mencobanya berulang kali. Akhirnya jemariku kembali bisa menari-nari menciptakan nada lewat senar gitar yang mengayun lembut nan indah. Kuresapi dalam-dalam petikan gitarku di tengah malam pinggir sungai.
Tercipta sebuah lagu untuk kehidupan. Bersama angin malam aku membuat nada, bersama gemercik air sungai aku membuat lirik, bersama sebatang rokok aku membuat melodi, bersama jangkrik, belalang, nyamuk, katak, ular, ikan dan tumbuh-tumbuhan aku melahirkan lagu. Yang semuanya telah digerakkan Tuhan untuk membantuku.
Aku mulai sadar, bahwa musik itu harus dari hati. Bermusik secara jujur dan tulus. Bukan hanya untuk kepentingan duniawi.
Dari musik, aku mengenal sedih, kecewa, senang, bahagia dan banyak lagi tentang kehidupan. Maaf, aku tak bisa menjabarkan satu persatu karena musik tak bisa dijabarkan.
Setelah dua jam aku gitaran sendiri di pinggir sungai, tak lama temanku Luna datang menghampiri. Ia membawakanku sebotol bir lalu duduk di samping kananku. Ia menenggak botol bir yang dibawanya. Dan ia memintaku untuk mengiringi vokalnya.
Come Together dari The Beatles, lagu pertama kali yang kami bawakan di malam ini. Luna menyanyi dengan semangat dan mendalam. Entah ia sedang menghayati lagu atau sedang mabuk aku tak tau. Yang jelas, suara vokal dan iringan gitarku menyatu menjadi kesyahduan yang tak akan kulupakan.
Tenggakan demi tenggakan botol bir menghiasi malam ini. Suasana semakin asyik ketika lagu Hey Jude kami bawakan.
Luna adalah vokalisku sewaktu kami masih sama-sama semangat di musik dalam satu band SMA. Ia pernah mendapat juara satu se-Jawa Tengah dalam kategori penyanyi rock wanita terbaik yang diadakan Gubernur dalam acara lomba nyanyi tahunan untuk para pelajar. Dan berkat suaranya pula kami pernah manggung di acara besar tahun baru di kota kami. Kini kehadirannya mengingatkan aku ke masa itu. Apalagi lagu-lagu yang kami bawakan malam ini pernah kami bawakan saat manggung di kafe ataupun acara pentas seni lainnya.
Kami tak sempat ngobrol. Ketika lagu selesai, Luna langsung menyambung dengan lagu-lagu berikutnya. Lagu-lagu itu yang pernah kami bawakan jaman dulu. Seakan ia mengobrak-abrik kenangan yang sudah tersimpan rapi. Aku tak tau maksud Luna. Apa ia ingin mengajakku kembali ke dunia musik atau hanya sekedar reuni kecil-kecilan denganku.
Kami terus berdendang. Sampai tetesan bir dalam botol habis. Lalu ia tiduran di atas pembatas sungai sambil merokok.
Tapi ada satu lagu kesukaan Luna yang belum kami bawakan malam ini. Yaitu "Oh my love" dari John Lennon. Ahh... mungkin ia sengaja tak menyanyikan atau mau menguji aku tentang masa lalu bersamanya di musik. Aku mulai memetik gitarku kembali, aku nyanyikan lagu oh my love. Mulutnya celamitan mengikutiku menyanyikan lagu. Hemm... tapi aku hanya mendengar suaranya di bait pertama sebelum reff. Ia terdiam lama sampai lagu selesai aku nyanyikan. Aku melihatnya... Ia tertidur pulas. Mungkin ia lelah. Lelah dengan dunia musik saat ini. Botol bir yang tak ada isinya ditendang sampai jatuh ke dalam sungai. Ia kembali tidur...
Umbulharjo, 20 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar