Brengsek...
Cicak di tembok kamarku lagi onani. Para nyamuk mengintip di sudut kanan atas. Sedang laba-laba kecil pura-pura tak tau.
Aku terus memperhatikan gerak gerik cicak itu. Hanya bunyi detikan jarum jam dinding yang menemaniku malam ini.
Sunyi...
Sepi...
Nyamuk yang bergerombol itu mulai terkekeh-kekeh melihat cicak yang tengah asyik onani pada sepertiga malam ini.
Aku mulai mengambil karet gelang di atas meja kamarku, bekas bungkusan nasi kucing. Aku tarik karet itu lurus ke posisi kemaluan si cicak. Sebelum karet lepas landas menuju kemaluannya. Cicak itu sudah klimaks dengan onaninya. Maninya muncrat sampai ke wajah nyamuk jelek itu. Laba-laba kecil yang semula acuh, kini ia tertawa terpingkal-pingkal melihat kejadian itu.
Cicak kaget. Ternyata selama onani, ia dilihat para nyamuk dan laba-laba kecil. Sedang nyamuk tak terima karena terkena mani cicak. Lalu nyamuk itu memanggil semua teman-temannya dan mengejar cicak. Cicak melarikan diri menerobos langit-langit kamarku. Laba-laba kecil itu masih terpingkal-pingkal sampai suara azan subuh tiba.
Kayen, Pati, 17 Februari 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar