Senin, 26 Januari 2015
Minggu, 25 Januari 2015
Duo Krangkang
CERITA MINI
Setiap
pagi suara lembutnya selalu aku dengarkan. Ketika bangun tidur, ia selalu melantunkan
beberpa lagu. Walau kadang membuatku jadi terganggu ketika masih lelap. Tapi
entah bagaimana, jika sehari saja aku tak mendengar suaranya, rasanya ada yang
kurang dalam hidup ini. Ia adalah Indi istriku yang aku nikahi dua tahun lalu.
Awal
pertama kami kenalan ketika satu panggung mengisi acara kampus kami. Aku yang
kebetulan membawakan lagu bersama teman-teman bandku dan Indi seorang MC yang
berbakat. Setelah aku selesai manggung, Joni drummerku mengenalkan aku dengan Indi
di backstage. Ia memuji suara dan permainan gitarku di atas panggung. Kami
bercerita banyak di sudut ruangan panitia. Cerita demi cerita terus menyambung.
Hingga acara selesai dan kami pulang. Aku mencoba menawari tumpangan untuk
mengantarnya pulang. Pertama ia sedikit malu, pada akhirnya ia mau menerima
tawaranku. Di dalam mobil, cerita pun kami lanjutkan. Kami saling tukar nomor
telepon.
Hari
demi hari kami isi dengan cerita, entah lewat sms ataupun telepon. Kami mulai
dekat. Hingga suatu ketika kami bertemu kembali di acara pentas seni penggalangan
dana. Untuk kedua kalinya kami satu panggung. Aku dengan bandku dan ia sebagai
MC.
Tepat
14 februari aku dan Indi mengikuti acara muncak yang diadakan anak-anak mapala.
Di perjalanan naik gunung, kami selalu terlihat berdua. Saat ia terperosot
jatuh dan kakinya tergelincir. Aku menggendongnya sampai puncak. Tak ada rasa
lelah jika dekat dengan Indi. Yang aku rasakan hanya bahagia. Di puncak merbabu
itu, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku yang sudah kupendam
selama lima bulan.
“Aku
mencintaimu indi...” Kataku
“Sejak
kapan kamu mencintaiku Luki? Jawabnya kaget
“Tentu
saja ketika pertama kali kita bertemu di acara kampus lima bulan yang lalu”
Sahutku
“Kamu
mencintaiku karena apa?” Tanyanya padaku
“Aku
mencintaimu tanpa karena.” Jawabku tegas
Indi
menerima cintaku di atas merbabu kala itu. Aku loncat-loncat kegirangan hingga
teman-temanku tahu. Mereka mengejekku dengan canda tawanya. Hari itu mungkin
hari paling membahagiakan selama hidupku.
Bulan
demi bulan kami lalui berdua. Mulai dari manggung bareng, muncak bareng sampai
wisuda bareng. Tak jarang kami berdua menjadi sepasang MC maupun duet menyanyi.
Teman-teman lebih mengenalku dengan sebutan duo krangkang. Hingga satu tahun
setelah kami wisuda, kami melangsungkan pernikahan. Sampai sekarang, kami sudah
mempunyai jagoan kecil bernama Nada Sabila.
(Cerita fiksi ini di ikut sertakan lomba cerita mini yang diadakan Bentang Pustaka dalam waktu 30 menit)
Yogyakarta, Januari 2015
Manusia Apatis
MANUSIA APATIS
Dari
tahun ke tahun perkembangan teknologi sangat pesat di Indonesia, termasuk di
Pati tempat kelahiranku. Teman-temanku banyak yang mengikuti perkembangan
gadged terbaru. sepertinya mereka bersaing karena gadged.
Setiap bulannya pasti ada aja seri
gadged terbaru. Mungkin perusahaan gadged sedang bersaing ketat, se-ketat
celana pemandu karaoke.
Suatu
ketika, Aku dan enam temanku yang bernama Majeli, Embut, Doni, Mbendol, Impong, dan Bagus sedang ngopi bersama di warung
mbanyol
yang tak jauh dari rumahku. Aku
tak tau tujuan ngopi mereka dari rumah untuk apa, yang jelas suasana saat ini
sangat mencekam. seperti kuburan Belanda. Ke-enam temanku diam membisu, kepalanya
tertunduk kebawah dan jari jemarinya olahraga di atas keyped atau pun layar
handphone mereka masing-masing.
Terlihat
sekilas, ada yang bermain game, mengedit foto, bbm'an sampai mbukak tutup tombol nganti sempal. Aku
jadi merasa canggung sendiri. mereka seperti orang lain yang tak kukenal. Padahal pertemanan kita kira-kira sudah
lebih dari delapan tahun. Aku tak tahu mau mengajak mereka bercerita tentang apa.
Aku tetap membisu di atas kursi kayu ini. Sepertinya mereka sedang sibuk sekali. aku tak enak
mengganggunya.
Sampai
kopi mendarat di meja kami, mereka tetap membisu. Hanya mengaduk sejenak dan kembali sibuk dengan
gadgednya masing-masing.
“Ha.. Nek niat dolanan HP mbok ning
omah wae, turonan karo nyetel musik. Kita ngopi itu untuk melepas kepenatan.
Kok malah sibuk dengan sendirinya.
Selebritis Indonesia
SELEBRITIS INDONESIA
Sekarang
banyak artis baru yang sok-sok'an ngartis, padahal dirinya belum memberikan
karya yang wah terhadap publik. Mulai dari band-band gak jelas sampai penyanyi single. Dari banyaknya artis di indonesia yang sering nongol di
televisi. Syahrini lah yang banyak menyita perhatianku. ia selalu membuat
sensasi di media. entah media itu di bayar atau medianya yang alay. aku tak tau
itu. Ya... mungkin ini bukan urusanku untuk berbicara tentang Syahrini. tapi
aku punya hak sebagai manusia dan sebagai warga Indonesia yang sah untuk
berbicara seperti ini. Banyak teman-temanku yang mengeluh karena Syahrini yang
tak henti-hentinya memberi sensasi di televisi. katanya, ia seperti kurang
kerjaan.
"Lho
lha emang kerjaannya Syahrini itu bikin sensasi kok, hemmm"
Menurutku
pribadi, atau mungkin menurut banyak orang yang kebetulan aku mewakilinya. Suara Syahrini tidak terlalu bagus. Bahkan bisa dikatakan standar atau mungkin di bawah standar. Tapi kenapa
ia bisa terkenal? Hemmm semua tak lepas dari tangan dingin Anang Hermansyah.
Dengan ketenarannya dan sejuta gudang skill musiknya, ia dengan gampang menggandeng orang dan menjadikannya
artis papan atas. termasuk Ashanty yang sekarang menjadi istrinya.
Oke..
kita jangan bicarain rumah tangga orang. Balik lagi ke topik. Syahrini mungkin
bisa dikatakan jual tampang atau jual bodi saja. hemmm... Ya... aku akui kalau
bodinya sih bagus seperti gitar spanyol. Aku sebagai laki-laki menyadari itu. Kaum
wanita pun demikian, mereka mungkin juga banyak yang mengagumi bodi syahrini.
Suatu
ketika Syahrini muncul di media dengan trend barunya "maju mundur cantik" dengan
background menara eiffel. Teman-temanku yang kontra syahrini pun geram saat
melihat televisi siang itu. umpatan nama-nama hewan di kebun binatang gembira
loka sampai habis dilontarkan ke televisi berukuran 14 inchi. Salah satu
temanku mengganti channel tv. lagi-lagi wajah Syahrini muncul. Dipindah lagi
channelnya. sampai temanku bosan mengganti. akhirnya TV dimatikan.
Syahrini,
meskipun aku tidak suka denganmu. tapi aku salut denganmu. kamu sudah berhasil
membuat orang-orang suka dan benci denganmu. kamu memang sesuasu.
I Love You *CipokBasah*
Mario Teguh
MARIO TEGUH
Kalian
pasti tahu yang akan aku bicarakan ini. Dia adalah motivator ternama di
Indonesia. Mario Teguh namanya. sewaktu aku masih berseragam putih abu-abu. aku
sangat kagum dengannya. seiring berjalannya waktu, aku menjadi biasa ketika ia
sedang memberikan motivasi kepada hadirin. Aku sering melihatnya di televisi. kata-katanya
yang selalu aku ingat yaitu "super sekali".
Langganan:
Postingan (Atom)


