PRAY
FOR AIRASIA QZ 8501
Semua media elektronik maupun media
cetak saling memberitakan tentang hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501. QZ 8501
dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura dinyatakan hilang sejak Minggu
tanggal 28/12/2014 tepat pukul 07.55 WIB dinyatakan hilang kontak. Pesawat tipe
Airbus 320-200 dengan nomor penerbangan QZ 8501 sempat minta ijin naik ke
ketinggian 38 ribu kaki. Setelah itu, menara pengawas kehilangan kontak.
Sejumlah pasukan TNI, AU, Polisi dan
BASARNAS saling bekerja sama untuk mencari pesawat QZ 8501 tersebut. Dan berkat
kerja keras para TNI, AU, Polisi dan Basarnas dengan waktu yang lumayan
singkat, akhirnya titik terang mulai muncul. Pesawat diduga jatuh di selat
karimata.
Sejumlah
selebritis Indonesia pun angkat bicara tentang musibah akhir tahun ini. Salah
satunya dari Yuki Kato dan Ki Joko Kendil. Mereka berdua dianggap mempunyai
ilmu spiritual yang tidak banyak dimiliki orang lain.
Kemarin sih gue sempat berpikir, jangan-jangan pesawat masuk
ke awan gaib atau kaya masuk segitiga bermuda," kata Yuki Kato, saat
ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (29/12/2014).
Menurut Joko Kendil, lokasi jatuhnya pesawat di antara
Pontianak dan Belitung merupakan daerah yang dihuni oleh siluman ular naga.
"Lokasinya itu memang gaib. Di selat Karimata itu memang sangat bahaya.
Ada siluman ular naga yang bermukim di situ.
Melihat
kejadian ini. Aku menjadi membayangkan tragedi jatuhnya pesawat. Seandainya
yang jatuh dari pesawat itu aku atau keluargaku. Mungkin aku juga akan mati
dengan proses yang mengerikan.
Jikalau
saat jatuh di laut itu masih hidup dan raga ini terhempas kedasar laut. Aku
yakin, nafas, telinga dan tubuh ini tak bakal kuat untuk naik ke permukaan
laut. Kedalamannya 25-30 meter bung!!!
Misalnya
dan seandainya saja kuat. terus mau ngapain di tengah laut yang luasnya tak
terkira? Mau berenang ke selatan, timur, utara atau barat? Jauh Bung!!! Sebelum
tidur, selalu terbayang.. Aku menjadi parno sendiri. Bahwasannya aku belum siap
mati. Dan meskipun menungso bakale mati. Aku tak ingin mati di laut.
Selain rekoso, mayatnya sulit
diketemukan. Iya kalau ketemu, Kalau tidak? Arwahmu melihat sendiri ragamu yang
mengapung di lautan yang luas itu. Jasadmu dibuat mayoran ikan-ikan di laut.
SEREM CUK!!!
Tapi ada satu orang teman yang
membuat mataku tertuju pada sebuah status lugunya di sebuah media sosial.
Dengan entengnya ia menulis :
“Negoro
liyo luru pesawat ilang nganggo peralatan canggih. Indonesia trimo nganggo
dukun.”
(Negara
lain mencari pesawat hilang dengan peralatan canggih. Indonesia mencari pesawat
hilang cuma pakai dukun)
Ha.. Mbok kirone Indonesia iki
Negara Kesatuan Republik Dukun po... Wong TIM BASARNAS nggolek’i pesawat nganti
mumet ndase kok. Dukun.. dukun ndasmu sempal.
SALUT BUAT BASARNAS yang dapat
seribu sanjungan dari dalam maupun luar negeri.
Semoga para korban AIRASIA QZ8501
cepat diketemukan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar