Minggu, 25 Januari 2015

PRAY FOR AIRASIA QZ 8501



PRAY FOR AIRASIA QZ 8501


            Semua media elektronik maupun media cetak saling memberitakan tentang hilangnya pesawat AirAsia QZ 8501. QZ 8501 dengan rute penerbangan Surabaya-Singapura dinyatakan hilang sejak Minggu tanggal 28/12/2014 tepat pukul 07.55 WIB dinyatakan hilang kontak. Pesawat tipe Airbus 320-200 dengan nomor penerbangan QZ 8501 sempat minta ijin naik ke ketinggian 38 ribu kaki. Setelah itu, menara pengawas kehilangan kontak.

            Sejumlah pasukan TNI, AU, Polisi dan BASARNAS saling bekerja sama untuk mencari pesawat QZ 8501 tersebut. Dan berkat kerja keras para TNI, AU, Polisi dan Basarnas dengan waktu yang lumayan singkat, akhirnya titik terang mulai muncul. Pesawat diduga jatuh di selat karimata.
Sejumlah selebritis Indonesia pun angkat bicara tentang musibah akhir tahun ini. Salah satunya dari Yuki Kato dan Ki Joko Kendil. Mereka berdua dianggap mempunyai ilmu spiritual yang tidak banyak dimiliki orang lain.
Kemarin sih gue sempat berpikir, jangan-jangan pesawat masuk ke awan gaib atau kaya masuk segitiga bermuda," kata Yuki Kato, saat ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (29/12/2014).
Menurut Joko Kendil, lokasi jatuhnya pesawat di antara Pontianak dan Belitung merupakan daerah yang dihuni oleh siluman ular naga. "Lokasinya itu memang gaib. Di selat Karimata itu memang sangat bahaya. Ada siluman ular naga yang bermukim di situ.

Melihat kejadian ini. Aku menjadi membayangkan tragedi jatuhnya pesawat. Seandainya yang jatuh dari pesawat itu aku atau keluargaku. Mungkin aku juga akan mati dengan proses yang mengerikan. 

Jikalau saat jatuh di laut itu masih hidup dan raga ini terhempas kedasar laut. Aku yakin, nafas, telinga dan tubuh ini tak bakal kuat untuk naik ke permukaan laut. Kedalamannya 25-30 meter bung!!!

Misalnya dan seandainya saja kuat. terus mau ngapain di tengah laut yang luasnya tak terkira? Mau berenang ke selatan, timur, utara atau barat? Jauh Bung!!! Sebelum tidur, selalu terbayang.. Aku menjadi parno sendiri. Bahwasannya aku belum siap mati. Dan meskipun menungso bakale mati. Aku tak ingin mati di laut. Selain rekoso, mayatnya sulit diketemukan. Iya kalau ketemu, Kalau tidak? Arwahmu melihat sendiri ragamu yang mengapung di lautan yang luas itu. Jasadmu dibuat mayoran ikan-ikan di laut. SEREM CUK!!!

            Tapi ada satu orang teman yang membuat mataku tertuju pada sebuah status lugunya di sebuah media sosial. Dengan entengnya ia menulis : 

“Negoro liyo luru pesawat ilang nganggo peralatan canggih. Indonesia trimo nganggo dukun.”
(Negara lain mencari pesawat hilang dengan peralatan canggih. Indonesia mencari pesawat hilang cuma pakai dukun) 

            Ha.. Mbok kirone Indonesia iki Negara Kesatuan Republik Dukun po... Wong TIM BASARNAS nggolek’i pesawat nganti mumet ndase kok. Dukun.. dukun ndasmu sempal.

            SALUT BUAT BASARNAS yang dapat seribu sanjungan dari dalam maupun luar negeri.
            Semoga para korban AIRASIA QZ8501 cepat diketemukan, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar