Minggu, 25 Januari 2015

Duo Krangkang

CERITA MINI



Setiap pagi suara lembutnya selalu aku dengarkan. Ketika bangun tidur, ia selalu melantunkan beberpa lagu. Walau kadang membuatku jadi terganggu ketika masih lelap. Tapi entah bagaimana, jika sehari saja aku tak mendengar suaranya, rasanya ada yang kurang dalam hidup ini. Ia adalah Indi istriku yang aku nikahi dua tahun lalu.

Awal pertama kami kenalan ketika satu panggung mengisi acara kampus kami. Aku yang kebetulan membawakan lagu bersama teman-teman bandku dan Indi seorang MC yang berbakat. Setelah aku selesai manggung, Joni drummerku mengenalkan aku dengan Indi di backstage. Ia memuji suara dan permainan gitarku di atas panggung. Kami bercerita banyak di sudut ruangan panitia. Cerita demi cerita terus menyambung. Hingga acara selesai dan kami pulang. Aku mencoba menawari tumpangan untuk mengantarnya pulang. Pertama ia sedikit malu, pada akhirnya ia mau menerima tawaranku. Di dalam mobil, cerita pun kami lanjutkan. Kami saling tukar nomor telepon.

Hari demi hari kami isi dengan cerita, entah lewat sms ataupun telepon. Kami mulai dekat. Hingga suatu ketika kami bertemu kembali di acara pentas seni penggalangan dana. Untuk kedua kalinya kami satu panggung. Aku dengan bandku dan ia sebagai MC.

Tepat 14 februari aku dan Indi mengikuti acara muncak yang diadakan anak-anak mapala. Di perjalanan naik gunung, kami selalu terlihat berdua. Saat ia terperosot jatuh dan kakinya tergelincir. Aku menggendongnya sampai puncak. Tak ada rasa lelah jika dekat dengan Indi. Yang aku rasakan hanya bahagia. Di puncak merbabu itu, aku memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaanku yang sudah kupendam selama lima bulan.

“Aku mencintaimu indi...” Kataku
“Sejak kapan kamu mencintaiku Luki? Jawabnya kaget
“Tentu saja ketika pertama kali kita bertemu di acara kampus lima bulan yang lalu” Sahutku
“Kamu mencintaiku karena apa?” Tanyanya padaku
“Aku mencintaimu tanpa karena.” Jawabku tegas

Indi menerima cintaku di atas merbabu kala itu. Aku loncat-loncat kegirangan hingga teman-temanku tahu. Mereka mengejekku dengan canda tawanya. Hari itu mungkin hari paling membahagiakan selama hidupku.
Bulan demi bulan kami lalui berdua. Mulai dari manggung bareng, muncak bareng sampai wisuda bareng. Tak jarang kami berdua menjadi sepasang MC maupun duet menyanyi. Teman-teman lebih mengenalku dengan sebutan duo krangkang. Hingga satu tahun setelah kami wisuda, kami melangsungkan pernikahan. Sampai sekarang, kami sudah mempunyai jagoan kecil bernama Nada Sabila.




(Cerita fiksi ini di ikut sertakan lomba cerita mini yang diadakan Bentang Pustaka dalam waktu 30 menit)

 Yogyakarta, Januari 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar